Tampilkan postingan dengan label laporan praktek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laporan praktek. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2012

Laporan Fotosintesis

FOTOSINTESIS

A.      Tujuan Percobaan
1.         Memahami dan membuktikan dalam fotosintesis dihasilkan O2
2.         Memahami dan membuktikan dalam fotosintesis dihasilkan amilum

B.       Landasan Teori
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organik H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari. (Kimball, 2002)
Fotosintesis adalah proses pembentukan zat makanan (glukosa) pada tumbuhan yang menggunakan zat hara, air dan karbondioksida dengan bantuan sinar matahari. Fotosintesis sangat penting bagi kehidupan. Selain menghasilkan zat makanan pada tumbuhan, proses ini juga menghasilkan oksigen yang dibutuhkan bagi pernafasan manusia. Proses fotosintesis terjadi pada daun tumbuhan. Proses fotosintesis ini tidak berlangsung pada semua sel tetapi hanya pada sel yang mengandung pigmen fotosintetik. Disamping itu proses fotosintesis juga dipengaruhi oleh kemampuan daun menyerap spektrum cahaya, perbedaan ini disebabkan oleh adanya perbedaan pigmen pada jaringan daun. Kloroplas adalah salah satu pigmen fotosintetik yang berperan penting dalam proses fotosintesis dengan menyerap energi matahari.
Kloroplas adalah zat hijau daun yang terdapat pada semua tumbuhan yang berwarna hijau. Di dalam kloroplas terdapat klorofil. Pigmen fotosintesis ini terdapat pada membran tilakoid. Pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid dengan produk akhir berupa glukosa yang dibentuk di dalam stroma.Klorofil sendiri sebenarnya hanya merupakan sebagian dari perangkat dalam fotosintesis yang dikenal sebagai fotosistem. Fotosistem adalah unit dari tumbuhan yang menangkap energi matahari (klorofil).
Lambat cepatnya proses fotosintesis ditentukan oleh :
1. Intensitas cahaya, laju fotosintesis maksimal jika banyak cahaya.
2. Suhu, enzim yang bekerja pada proses ini maksimal pada suhu yang diinginkannya.
3. Banyaknya karbondioksida, semakin banyak semakin maksimal proses fotosintesis.
4. Banyaknya air, semakin maksimal jika jumlah air banyak.
5. Tahapan pertumbuhan, tumbuhan yang masih berkecambah menunjukan laju fotosintesis yang maksimal dari pada tumbuhan yang dewasa.

C.      Alat dan Bahan
1.      Gelas kimia
2.      Corong kaca
3.      Tabung reaksi
4.      Lidi
5.      Kawat penyangga
6.      Korek api
7.      Lampu spiritus
8.      Kaki tiga (tripod)
9.      Kertas timah
10.  Yodium
11.  Alcohol
12.  Daun singkong
13.  Hydrilla
14.  Aquades

D.      Cara Kerja
1.         Pada fotosintesis dihasilkan O2
a.       Mengikat hydrilla verticilliata, mengisi gelas kimia dengan air sampai penuh
b.      Memasukkan hydrilla verticilliata ke dalam corong kaca, kemudian masukkan keduanya ke dalam gelas kimia
c.       Mengisi tabung reaksi dengan air sampai penuh, kemudian masukkan ke dalam gelas kimia dalam posisi terbalik
d.      Menyimpan perangkat yang telah di siapkan di bawah cahaya matahari selama 20 menit
e.       Setelah pengamatan selesai, mengambil tabung reaksi tetapi sebelumnya tutup menggunakan tangan, kemudian masukkan bara api ke dalam abung reaksi. Lalu mengamatinya.
2.         Pada fotosintesis dihasilkan amilum
a.       Memilih daun yang sudah lama terkena sinar matahari (daun masih berada pada pohonnya)
b.      Menutup sebagian permukaannya dengan menggunakan kertas timah
c.       Setelah cukup lama terkena sinar matahari daun dapat digunakan
d.      Besoknya memetik daun tersebut
e.       Memasukkan daun yang telah disediakan ke dalam air mendidih sampai layu
f.       Memasukkan daun yang telah layu ke dalam alkohol yang di panaskan sampai warna daun hilang
g.      Kemudian menetesi daun dengan yodium. Lalu mengamatinya.

E.       Hasil Pengamatan
Uji sach
No.
Hasil Uji Yodium
Keterangan
Gejala pada bagian daun yang ditutup
Gejala pada bagian daun yang tidak ditutup
1.
Berwarna coklat
Berwarna coklat tua
Bagian yang berwarna coklat tua menunjukkan adanya amilum, sedangkan yang berwarna putih pucat menunjukkan tidak adanya amilum.

Uji Ingenhousz

Terkena sinar matahari langsung
Terkena matahari tidak langsung
Tidak terkena matahari
Jumlah gelembung per menit
8 gelembung/menit
10,5 gelembung/menit
2,3 gelembung/menit
Besar pengurangan air per menit
0,365 cm/menit
0,3 cm/menit
0,05 cm/menit



F.       Pembahasan
Praktikum kali ini berjudul fotosintesis. Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organik H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari.
Di dalam praktikum fotosintesis ini terdapat dua kegiatan yaitu uji Sachs dan uji Ingenhousz.
1.      Uji Sachs
Pada uji Sachs ini bertujuan melakukan uji apakah tanpa cahaya daun tidak berfotosintesis. Pada percobaan digunakan larutan lugol yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya amilum pada daun tersebut. Jika terdapat amilum maka pada bagian daun yang ditetesi lugol akan berubah warna menjadi coklat tua. Pada saat daun ditetesi dengan iodin bagian yang sebelumnya tertutup oleh kertas timah tetap pucat, sedangkan yang tidak tertutup warnanya menjadi coklat tua. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada bagian daun yang tidak ditutupi kertas timah terdapat amilum, sedangkan pada bagian daun yang ditutupi kertas timah tidak terdapat amilum. Amilum merupakan salah satu hasil dari proses fotosintesis, yang berarti pada bagian daun yang terkena cahaya matahari terjadi proses fotosintesis, sedangkan pada daun yang tidak terkena cahaya matahari tidak terjadi proses fotosintesis.
Hal ini  sesuai dengan percobaan yang dilakukan oleh Sachs pada tahun 1860. Sachs membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam percobaannya tersebut ia menggunakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, lalu dimasukkan kedalam alkohol dan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna coklat kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990).
2.        Uji Ingenhousz
 Pada uji Ingenhousz ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas cahaya dengan laju fotosintesis. Hal ini bertujuan untuk membandingkan laju fotosintesis pada tanaman yag terkena sinar matahari dan tidak terkena sinar matahari.
Percobaan ini dilakukan dengan memasukkan Hydrilla ke dalam gelas beaker yang dilengkapi dengan corong penutup dan tabung reaksi, kemudian memasukkan air hingga memenuhi gelas beaker dan tabung reaksi, hal ini dimaksudkan agar tidak ada gelembung dari luar yang dapat mempengaruhi jumlah gelembung yang nantinya akan dihitung. Dalam hal ini praktikan membuat perlakuan berbeda yaitu meletakkan gelas beaker berisi air dan Hydrilla pada tempat yang berbeda. Gelas beaker pertama diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari, sedangkan gelas beaker kedua diletakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari atau gelap. Dan gelas beaker ketiga diletakkan pada tempat yang terkena sinar matahari tidak langsung. Perbedaan yang tampak dari keduanya adalah jumlah gelembung yang dihasilkan. Perhitungan terhadap gelembung yang keluar dilakukan selama 20 menit dan mencatat perubahannya setiap 5 menit sekali.
Pada tempat yang terkena sinar matahari langsung, jumlah gelembung per menitnya adalah 8 gelembung/menit dan penurunan jumlah air nya adalah 0,365 cm/menit. Pada tempat yang terkena sinar matahari secara tidak langsung, jumlah gelembung per menitnya  10,5 gelembung/menit dan penurunan jumlah airnya adalah 0,3 cm/menit. Pada tempat yang tidak terkena sinar matahari, jumlah gelembung per menitnya adalah 2,3 gelembung/menit dan 0,05 cm/menit.
Jadi, cahaya matahari sangat berpengaruh pada proses fotosintesis. Hal itu terbukti dengan adanya perbedaan gelembung yang dihasilkan pada saat proses fotosintesis terjadi. Dan pada fotosintesis dihasilkan O2.

G.      Kesimpulan
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organik H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari. (Kimball, 2002)
Pada uji sachs, daun yang terkena sinar matahari setelah di celupkan pada iodium berubah menjadi berwarna coklat kehitaman. Sedangkan yang tertutup oleh alumunium, warnanya pucat. Hal ini menunjukan bahwa pada daun yang terkena sinar matahari terjadi proses fotosintesis dan menghasilkan amilum. Dan pada daun yang tidak terkena sinar matahari tidak terjadi proses fotosintesis.
Pada tempat yang terkena sinar matahari langsung, jumlah gelembung per menitnya adalah 8 gelembung/menit dan penurunan jumlah air nya adalah 0,365 cm/menit. Pada tempat yang terkena sinar matahari secara tidak langsung, jumlah gelembung per menitnya  10,5 gelembung/menit dan penurunan jumlah airnya adalah 0,3 cm/menit. Pada tempat yang tidak terkena sinar matahari, jumlah gelembung per menitnya adalah 2,3 gelembung/menit dan 0,05 cm/menit.
Jadi, cahaya matahari sangat berpengaruh pada proses fotosintesis. Hal itu terbukti dengan adanya perbedaan gelembung yang dihasilkan pada saat proses fotosintesis terjadi. Dan pada fotosintesis dihasilkan O2.

Laporan Hukum Mendel


HUKUM MENDEL

A.     Tujuan Percobaan
Mengetahui dan memahami persilangan monohybryd

B.     Landasan Teori
Hukum Mendel I dikenal sebagai hukum Segregasi. Selama proses meiosis berlangsung, pasangan-pasangan kromosom homolog saling berpisah dan tidak berpasangan lagi. Setiap set kromosom itu terkandung di dalam satu sel gamet. Proses pemisahan gen secara bebas dikenal sebagai segregasi bebas. Hukum Mendel I dikaji dari persilangan monohibrid. (Syamsuri, 2004:101)
Hukum Mandel I berlaku pada gametogenesis F1. F1 itu memiliki genotif heterozigot. Baik pada bunga betina maupun benang sari, terbentuk 2 macam gamet. Maka kalau terjadi penyerbukan sendiri (F1 x F1) terdapat 4 macam perkawinan. (Wildan Yatim, 1996:76).
Pada galur murni akan menampilkan sifat-sifat dominan (alel AA) maupun sifat resesif (aa) dari suatu karakter tertentu. Bila disilangkan, F1 akan mempunyai kedua macam alel (Aa) tetapi menampakkan sifat dominan (apabila dominant lengkap). Sedangkan individu heterozigot (F1) menghasilkan gamet-gamet, setengahnya mempunyai alele dominant A dan setengahnya mempunyai alele resesif a. Dengan rekomendasi antara gamet-gamet secara rambang populasi F2 menampilkan sifat-sifat dominant dan resesif dengan nisbah yang diramalkan. Nisbah fenotif yaitu 3 dominan (AA atau Aa) : 1 resesif (aa). Nisbah geneotif yaitu 1 dominan lengkap (AA) : 2 hibrida (Aa) : 1 resesif lengkap (aa). (L. V. Crowder, 1997:33)
Sifat yang muncul pada F1 disebut sebagai sifat dominant (menang), sedangkan yang tidak muncul disebut sifat yang resesif (kalah). Oleh Mendel, huruf yang dominant homozigot diberi symbol dengan huruf pertama dari sifat dominan, dengan menggunakan huruf kapital yang ditulis dua kali. Sifat resesif diberi symbol dengan huruf kecil dari sifat dominant itu tadi. Symbol ditulis dua kali atau sepasang karena kromosom selalu berpasang. Setiap gen pada kromosom yang satu memiliki pasangan pada kromosom homolognya. (Istamar Syamsuri, 2004)

C.     Alat dan Bahan
Kancing genetika (dua warna masing-masing berjumlah 25)
D.     Langkah Kerja
1.       Memisahkan 25 kancing (misal warna hitam) menjadi dua bagian masing-masing terdiri dari 25 buah sebagai gamet jantan, begitu pula kancing warna lain (misal kancing warna putih).
2.       25 kancing+25 kancing putih sebagai gamet jantan dimasukkan ke dalam kotak, begitu pula untuk sisanya dimasukkan ke dalam kotak yang lain sebagai gamet betina.
3.       Mengambil secara acak satu kancing dari kotak1 dan satu kancing dari kotak2, pertemukan dan catat dalam tabulasi.
4.       Dengan cara yang sama emua kancing gamet betina dan gamet jantan habis.

E.     Hasil Pengamatan
Jenis gamet
Turus
Jumlah
Hitam-hitam
IIII IIII IIII
15
Hitam-putih
IIII IIII IIII IIII II
22
Putih-putih
IIII IIII III
13

Dominan         : Hitam (HH)
Resesif            : Putih (hh)
P1                    : HH >< hh
                                Hh
                              Hitam
HH : Hh : hh
15   : 22  : 13
      37 : 12

F.      Pembahasan
Hukum Mendel I dikenal sebagai hukum Segregasi. Selama proses meiosis berlangsung, pasangan-pasangan kromosom homolog saling berpisah dan tidak berpasangan lagi. Setiap set kromosom itu terkandung di dalam satu sel gamet. Proses pemisahan gen secara bebas dikenal sebagai segregasi bebas. Hukum Mendel I dikaji dari persilangan monohibrid. (Syamsuri, 2004:101)
Dalam percobaan hukum Mendel I, dilakukan persilangan monohibrid yaitu warna biji. Warna biji hitam (HH) bersifat dominan yang disimbolkan dengan kancing genetic warna hitam, dan warna biji putih (hh) bersifat resesif disimbolkan dengan kancing genetic warna putih.
Persilangan antara kancing hitam (HH) dengan kancing putih (hh) diperoleh F1 yang 100% berwarna hitam (Hh). Karena kancing hitam bersifat dominan. Jika F1 disilangkan dengan sesamanya (F1), maka diperoleh tiga macam fenotipe yaitu hitam-hitam, hitam-putih, dan putih-putih. Dengan genotif untuk hitam (HH), hitam-putih (Hh), dan putih-putih (hh). Menurut hukum Mendel I, perbandingan fenotipe untuk persilangan monohibrid pada F2 adalah 3:1.
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, untuk pengambilan 50x diperoleh data, yaitu untuk warna hitam-hitam sebanyak 15x, warna hitam-putih sebanyak 22 kali, dan warna putih-putih sebanyak 13 kali. Sehingga diperoleh perbandingan 15:22:13 yang mendekati angka ratio 1:2:1.

G.    Kesimpulan
Hukum Mendel I dikenal sebagai hukum Segregasi. Selama proses meiosis berlangsung, pasangan-pasangan kromosom homolog saling berpisah dan tidak berpasangan lagi. Setiap set kromosom itu terkandung di dalam satu sel gamet. Proses pemisahan gen secara bebas dikenal sebagai segregasi bebas. Hukum Mendel I dikaji dari persilangan monohibrid. (Syamsuri, 2004:101).
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, untuk pengambilan 50x diperoleh data, yaitu untuk warna hitam-hitam sebanyak 15x, warna hitam-putih sebanyak 22 kali, dan warna putih-putih sebanyak 13 kali. Sehingga diperoleh perbandingan 15:22:13 yang mendekati angka ratio 1:2:1.

Laporan Respirasi


RESPIRASI

A.  Tujuan Percobaan
1.    Mengetahui penggunaan dan pengeluaran gas-gas ketika berlangsung proses respirasi
2.    Terampil menggunakan respirometer

B.  Landasan Teori
Pernafasan adalah memasukan udara dari lingkungan luar ke dalam tubuh dan mengeluarkan udara sisa dari tubuh ke lingkungan luar.
Respirasi adalah suatu proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO2, H2O dan energi. Respirasi bertujuan untuk menghasilkan energi. Energi hasil respirasi tersebut sangat diperlukan untuk aktivitas hidup. Seperti mengatur suhu tubuh, pergerakan, pertumbuhan dan reproduksi. Namun demikian respirasi pada hakikatnya adalah reaksi redoks, dimana substrat dioksidasi menjadi CO2 sedangkan O2 yang diserap sebagai oksidator mengalami reduksi menjadi H2O. Yang disebut substrat respirasi adalah setiap senyawa organik yang dioksidasikan dalam respirasi, atau senyawa-senyawa yang terdapat dalam sel tumbuhan yang secara relatif banyak jumlahnya dan biasanya direspirasikan menjadi CO2 dan air. Sedangkan metabolit respirasi adalah intermediat-intermediat yang terbentuk dalam reaksi-reaksi respirasi. Karbohidrat merupakan substrat respirasi utama yang terdapat dalam sel tumbuhan tinggi. Terdapat beberapa substrat respirasi yang penting lainnya diantaranya adalah beberapa jenis gula seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa; pati; asam organik; dan protein (digunakan pada keadaan & spesies tertentu).
Serangga mempunyai alat pernapasan khusus berupa system trachea yang berfungsi mengangkut dan mngedarkan O2 ke seluruh tubuh serta mengangkut dan mengeluarkan CO2 dari tubuh. Trachea memanjang dan bercabang-cabang menjadi saluran hawa halus yang masuk ke seluruh jaringan tubuh oleh karena itu, pengangkutan O2 dan CO2 dalam system ini tidak membutuhkan bantuan sitem transportasi atau darah.
Udara masuk dan keluar melalui stigma, yaitu lubang kecil yang terdapat di kanan-kiri tubuhnya. Selanjutnya dari stigma, udara masuk ke pembuluh trachea yang memanjang dan sebagian ke kantung hawa.Pada serangga bertubuh besar terjadinya pengeluaran gas sisa pernafasan terjadi karena adanya pengaruh kontraksi otot-otot tubuh yang bergerak secara teratur.
Pada serangga pertukaran gas dari jaringan dengan udara di lingkungan digunakan dengan menggunakan trakea (anyaman tabung yang berisi udara) sehingga disebut system pembuluh trakea. system pembuluh trakea merupakan system pernapasan yang paling sederhana dan paling efisien. System pernapasan ini terdiri dari suatu system tabung udara yang bercabang-cabang (trakeola) dan setiap cabang akan bercabang lagi, sehingga dapat menjangkau hamper semua bagian tubuh.
Mekanisme pernapasan system pembuluh trakea adalah pertukaran gas dilakukan melalui lubang-lubang pernapasan, yang disebut spirakel atau stigma. Spirakel pada segmen pertama dan ketiga, masing-masing terdapat satu pasang pada tiap sisi toraks (dada) dan delapan pasang lainnya terdapt pada setiap sisi abdomen. Spirakel dilindungi oleh bulu- bulu halus yang berfungsi menahan debu dan benda asing lainnya dari udara sebelum masuk ke dalam trakea. Spirakel dilindungi oleh katub yang dikontrol oleh otot sehingga dapat mengatur membuka dan menutupnya spirakel. Jika otot berkontraksi, spirakel terbuka dan trakea mengembang sehingga udara dari luar dapat masuk ke dalam trakea. Dari trakea udara masuk ke trakeola kemudian ke seluruh tubuh dan akhirnya sampai ke membrane plasma sel dan oksigen akan berdifusi. Karbon dioksida hasil respirasi dibawa melalui system trakea yang akhirnya dikeluarkan melalui spirakel pada saat otot berelaksasi sehingga trakea mengempis. Dengan mekanisme seperti itu oksigen atau karbon dioksida tidak diedrkan melalui darah tetapi melalui pembuluh trakea. Oleh sebab itu, pembuluh darah serangga hanya berfungsi mengangkut sari-sari makanan dan hormon.
Respirometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur rata-rata pernapasan organisme dengan mengukur rata-rata pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Hal ini memungkinkan penyelidikan bagaimana faktor-faktor seperti umur atau pengaruh cahaya memengaruhi rata-rata pernapasan.

C.  Alat dan Bahan
1.    Respirometer
2.    Timbangan
3.    Kapas
4.    KOH/NaOH
5.    Eosin
6.    Vaselin
7.    Jangkrik
8.    Alat suntik
9.    Plastik
10.     Stopwach  

D.  Langkah kerja
1.    Menimbang serangga yang akan digunakan, bila beratnya kurang dari 1 gram gunakan dua ekor serangga.
2.    Mengambil KOH secukupnya, bungkus dengan kapas, kemudian masukan ke dalam respirometer, lalu mesukan serangga, kemudian tutup pipa kapiler berskala.
3.    Menutup ujung pipa berskala dengan telunjuk selama kurang lebih 5 menit, kemudian lepaskan.
4.    Menyuntikan eosin ke dalam pipa berskala.
5.    Mengamati gerakan eosin setiap lima menit sekali.
Tampilkan postingan dengan label laporan praktek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laporan praktek. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2012

Laporan Fotosintesis

FOTOSINTESIS

A.      Tujuan Percobaan
1.         Memahami dan membuktikan dalam fotosintesis dihasilkan O2
2.         Memahami dan membuktikan dalam fotosintesis dihasilkan amilum

B.       Landasan Teori
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organik H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari. (Kimball, 2002)
Fotosintesis adalah proses pembentukan zat makanan (glukosa) pada tumbuhan yang menggunakan zat hara, air dan karbondioksida dengan bantuan sinar matahari. Fotosintesis sangat penting bagi kehidupan. Selain menghasilkan zat makanan pada tumbuhan, proses ini juga menghasilkan oksigen yang dibutuhkan bagi pernafasan manusia. Proses fotosintesis terjadi pada daun tumbuhan. Proses fotosintesis ini tidak berlangsung pada semua sel tetapi hanya pada sel yang mengandung pigmen fotosintetik. Disamping itu proses fotosintesis juga dipengaruhi oleh kemampuan daun menyerap spektrum cahaya, perbedaan ini disebabkan oleh adanya perbedaan pigmen pada jaringan daun. Kloroplas adalah salah satu pigmen fotosintetik yang berperan penting dalam proses fotosintesis dengan menyerap energi matahari.
Kloroplas adalah zat hijau daun yang terdapat pada semua tumbuhan yang berwarna hijau. Di dalam kloroplas terdapat klorofil. Pigmen fotosintesis ini terdapat pada membran tilakoid. Pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid dengan produk akhir berupa glukosa yang dibentuk di dalam stroma.Klorofil sendiri sebenarnya hanya merupakan sebagian dari perangkat dalam fotosintesis yang dikenal sebagai fotosistem. Fotosistem adalah unit dari tumbuhan yang menangkap energi matahari (klorofil).
Lambat cepatnya proses fotosintesis ditentukan oleh :
1. Intensitas cahaya, laju fotosintesis maksimal jika banyak cahaya.
2. Suhu, enzim yang bekerja pada proses ini maksimal pada suhu yang diinginkannya.
3. Banyaknya karbondioksida, semakin banyak semakin maksimal proses fotosintesis.
4. Banyaknya air, semakin maksimal jika jumlah air banyak.
5. Tahapan pertumbuhan, tumbuhan yang masih berkecambah menunjukan laju fotosintesis yang maksimal dari pada tumbuhan yang dewasa.

C.      Alat dan Bahan
1.      Gelas kimia
2.      Corong kaca
3.      Tabung reaksi
4.      Lidi
5.      Kawat penyangga
6.      Korek api
7.      Lampu spiritus
8.      Kaki tiga (tripod)
9.      Kertas timah
10.  Yodium
11.  Alcohol
12.  Daun singkong
13.  Hydrilla
14.  Aquades

D.      Cara Kerja
1.         Pada fotosintesis dihasilkan O2
a.       Mengikat hydrilla verticilliata, mengisi gelas kimia dengan air sampai penuh
b.      Memasukkan hydrilla verticilliata ke dalam corong kaca, kemudian masukkan keduanya ke dalam gelas kimia
c.       Mengisi tabung reaksi dengan air sampai penuh, kemudian masukkan ke dalam gelas kimia dalam posisi terbalik
d.      Menyimpan perangkat yang telah di siapkan di bawah cahaya matahari selama 20 menit
e.       Setelah pengamatan selesai, mengambil tabung reaksi tetapi sebelumnya tutup menggunakan tangan, kemudian masukkan bara api ke dalam abung reaksi. Lalu mengamatinya.
2.         Pada fotosintesis dihasilkan amilum
a.       Memilih daun yang sudah lama terkena sinar matahari (daun masih berada pada pohonnya)
b.      Menutup sebagian permukaannya dengan menggunakan kertas timah
c.       Setelah cukup lama terkena sinar matahari daun dapat digunakan
d.      Besoknya memetik daun tersebut
e.       Memasukkan daun yang telah disediakan ke dalam air mendidih sampai layu
f.       Memasukkan daun yang telah layu ke dalam alkohol yang di panaskan sampai warna daun hilang
g.      Kemudian menetesi daun dengan yodium. Lalu mengamatinya.

E.       Hasil Pengamatan
Uji sach
No.
Hasil Uji Yodium
Keterangan
Gejala pada bagian daun yang ditutup
Gejala pada bagian daun yang tidak ditutup
1.
Berwarna coklat
Berwarna coklat tua
Bagian yang berwarna coklat tua menunjukkan adanya amilum, sedangkan yang berwarna putih pucat menunjukkan tidak adanya amilum.

Uji Ingenhousz

Terkena sinar matahari langsung
Terkena matahari tidak langsung
Tidak terkena matahari
Jumlah gelembung per menit
8 gelembung/menit
10,5 gelembung/menit
2,3 gelembung/menit
Besar pengurangan air per menit
0,365 cm/menit
0,3 cm/menit
0,05 cm/menit



F.       Pembahasan
Praktikum kali ini berjudul fotosintesis. Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organik H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari.
Di dalam praktikum fotosintesis ini terdapat dua kegiatan yaitu uji Sachs dan uji Ingenhousz.
1.      Uji Sachs
Pada uji Sachs ini bertujuan melakukan uji apakah tanpa cahaya daun tidak berfotosintesis. Pada percobaan digunakan larutan lugol yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya amilum pada daun tersebut. Jika terdapat amilum maka pada bagian daun yang ditetesi lugol akan berubah warna menjadi coklat tua. Pada saat daun ditetesi dengan iodin bagian yang sebelumnya tertutup oleh kertas timah tetap pucat, sedangkan yang tidak tertutup warnanya menjadi coklat tua. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada bagian daun yang tidak ditutupi kertas timah terdapat amilum, sedangkan pada bagian daun yang ditutupi kertas timah tidak terdapat amilum. Amilum merupakan salah satu hasil dari proses fotosintesis, yang berarti pada bagian daun yang terkena cahaya matahari terjadi proses fotosintesis, sedangkan pada daun yang tidak terkena cahaya matahari tidak terjadi proses fotosintesis.
Hal ini  sesuai dengan percobaan yang dilakukan oleh Sachs pada tahun 1860. Sachs membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam percobaannya tersebut ia menggunakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, lalu dimasukkan kedalam alkohol dan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna coklat kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990).
2.        Uji Ingenhousz
 Pada uji Ingenhousz ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas cahaya dengan laju fotosintesis. Hal ini bertujuan untuk membandingkan laju fotosintesis pada tanaman yag terkena sinar matahari dan tidak terkena sinar matahari.
Percobaan ini dilakukan dengan memasukkan Hydrilla ke dalam gelas beaker yang dilengkapi dengan corong penutup dan tabung reaksi, kemudian memasukkan air hingga memenuhi gelas beaker dan tabung reaksi, hal ini dimaksudkan agar tidak ada gelembung dari luar yang dapat mempengaruhi jumlah gelembung yang nantinya akan dihitung. Dalam hal ini praktikan membuat perlakuan berbeda yaitu meletakkan gelas beaker berisi air dan Hydrilla pada tempat yang berbeda. Gelas beaker pertama diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari, sedangkan gelas beaker kedua diletakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari atau gelap. Dan gelas beaker ketiga diletakkan pada tempat yang terkena sinar matahari tidak langsung. Perbedaan yang tampak dari keduanya adalah jumlah gelembung yang dihasilkan. Perhitungan terhadap gelembung yang keluar dilakukan selama 20 menit dan mencatat perubahannya setiap 5 menit sekali.
Pada tempat yang terkena sinar matahari langsung, jumlah gelembung per menitnya adalah 8 gelembung/menit dan penurunan jumlah air nya adalah 0,365 cm/menit. Pada tempat yang terkena sinar matahari secara tidak langsung, jumlah gelembung per menitnya  10,5 gelembung/menit dan penurunan jumlah airnya adalah 0,3 cm/menit. Pada tempat yang tidak terkena sinar matahari, jumlah gelembung per menitnya adalah 2,3 gelembung/menit dan 0,05 cm/menit.
Jadi, cahaya matahari sangat berpengaruh pada proses fotosintesis. Hal itu terbukti dengan adanya perbedaan gelembung yang dihasilkan pada saat proses fotosintesis terjadi. Dan pada fotosintesis dihasilkan O2.

G.      Kesimpulan
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organik H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari. (Kimball, 2002)
Pada uji sachs, daun yang terkena sinar matahari setelah di celupkan pada iodium berubah menjadi berwarna coklat kehitaman. Sedangkan yang tertutup oleh alumunium, warnanya pucat. Hal ini menunjukan bahwa pada daun yang terkena sinar matahari terjadi proses fotosintesis dan menghasilkan amilum. Dan pada daun yang tidak terkena sinar matahari tidak terjadi proses fotosintesis.
Pada tempat yang terkena sinar matahari langsung, jumlah gelembung per menitnya adalah 8 gelembung/menit dan penurunan jumlah air nya adalah 0,365 cm/menit. Pada tempat yang terkena sinar matahari secara tidak langsung, jumlah gelembung per menitnya  10,5 gelembung/menit dan penurunan jumlah airnya adalah 0,3 cm/menit. Pada tempat yang tidak terkena sinar matahari, jumlah gelembung per menitnya adalah 2,3 gelembung/menit dan 0,05 cm/menit.
Jadi, cahaya matahari sangat berpengaruh pada proses fotosintesis. Hal itu terbukti dengan adanya perbedaan gelembung yang dihasilkan pada saat proses fotosintesis terjadi. Dan pada fotosintesis dihasilkan O2.

Laporan Hukum Mendel


HUKUM MENDEL

A.     Tujuan Percobaan
Mengetahui dan memahami persilangan monohybryd

B.     Landasan Teori
Hukum Mendel I dikenal sebagai hukum Segregasi. Selama proses meiosis berlangsung, pasangan-pasangan kromosom homolog saling berpisah dan tidak berpasangan lagi. Setiap set kromosom itu terkandung di dalam satu sel gamet. Proses pemisahan gen secara bebas dikenal sebagai segregasi bebas. Hukum Mendel I dikaji dari persilangan monohibrid. (Syamsuri, 2004:101)
Hukum Mandel I berlaku pada gametogenesis F1. F1 itu memiliki genotif heterozigot. Baik pada bunga betina maupun benang sari, terbentuk 2 macam gamet. Maka kalau terjadi penyerbukan sendiri (F1 x F1) terdapat 4 macam perkawinan. (Wildan Yatim, 1996:76).
Pada galur murni akan menampilkan sifat-sifat dominan (alel AA) maupun sifat resesif (aa) dari suatu karakter tertentu. Bila disilangkan, F1 akan mempunyai kedua macam alel (Aa) tetapi menampakkan sifat dominan (apabila dominant lengkap). Sedangkan individu heterozigot (F1) menghasilkan gamet-gamet, setengahnya mempunyai alele dominant A dan setengahnya mempunyai alele resesif a. Dengan rekomendasi antara gamet-gamet secara rambang populasi F2 menampilkan sifat-sifat dominant dan resesif dengan nisbah yang diramalkan. Nisbah fenotif yaitu 3 dominan (AA atau Aa) : 1 resesif (aa). Nisbah geneotif yaitu 1 dominan lengkap (AA) : 2 hibrida (Aa) : 1 resesif lengkap (aa). (L. V. Crowder, 1997:33)
Sifat yang muncul pada F1 disebut sebagai sifat dominant (menang), sedangkan yang tidak muncul disebut sifat yang resesif (kalah). Oleh Mendel, huruf yang dominant homozigot diberi symbol dengan huruf pertama dari sifat dominan, dengan menggunakan huruf kapital yang ditulis dua kali. Sifat resesif diberi symbol dengan huruf kecil dari sifat dominant itu tadi. Symbol ditulis dua kali atau sepasang karena kromosom selalu berpasang. Setiap gen pada kromosom yang satu memiliki pasangan pada kromosom homolognya. (Istamar Syamsuri, 2004)

C.     Alat dan Bahan
Kancing genetika (dua warna masing-masing berjumlah 25)
D.     Langkah Kerja
1.       Memisahkan 25 kancing (misal warna hitam) menjadi dua bagian masing-masing terdiri dari 25 buah sebagai gamet jantan, begitu pula kancing warna lain (misal kancing warna putih).
2.       25 kancing+25 kancing putih sebagai gamet jantan dimasukkan ke dalam kotak, begitu pula untuk sisanya dimasukkan ke dalam kotak yang lain sebagai gamet betina.
3.       Mengambil secara acak satu kancing dari kotak1 dan satu kancing dari kotak2, pertemukan dan catat dalam tabulasi.
4.       Dengan cara yang sama emua kancing gamet betina dan gamet jantan habis.

E.     Hasil Pengamatan
Jenis gamet
Turus
Jumlah
Hitam-hitam
IIII IIII IIII
15
Hitam-putih
IIII IIII IIII IIII II
22
Putih-putih
IIII IIII III
13

Dominan         : Hitam (HH)
Resesif            : Putih (hh)
P1                    : HH >< hh
                                Hh
                              Hitam
HH : Hh : hh
15   : 22  : 13
      37 : 12

F.      Pembahasan
Hukum Mendel I dikenal sebagai hukum Segregasi. Selama proses meiosis berlangsung, pasangan-pasangan kromosom homolog saling berpisah dan tidak berpasangan lagi. Setiap set kromosom itu terkandung di dalam satu sel gamet. Proses pemisahan gen secara bebas dikenal sebagai segregasi bebas. Hukum Mendel I dikaji dari persilangan monohibrid. (Syamsuri, 2004:101)
Dalam percobaan hukum Mendel I, dilakukan persilangan monohibrid yaitu warna biji. Warna biji hitam (HH) bersifat dominan yang disimbolkan dengan kancing genetic warna hitam, dan warna biji putih (hh) bersifat resesif disimbolkan dengan kancing genetic warna putih.
Persilangan antara kancing hitam (HH) dengan kancing putih (hh) diperoleh F1 yang 100% berwarna hitam (Hh). Karena kancing hitam bersifat dominan. Jika F1 disilangkan dengan sesamanya (F1), maka diperoleh tiga macam fenotipe yaitu hitam-hitam, hitam-putih, dan putih-putih. Dengan genotif untuk hitam (HH), hitam-putih (Hh), dan putih-putih (hh). Menurut hukum Mendel I, perbandingan fenotipe untuk persilangan monohibrid pada F2 adalah 3:1.
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, untuk pengambilan 50x diperoleh data, yaitu untuk warna hitam-hitam sebanyak 15x, warna hitam-putih sebanyak 22 kali, dan warna putih-putih sebanyak 13 kali. Sehingga diperoleh perbandingan 15:22:13 yang mendekati angka ratio 1:2:1.

G.    Kesimpulan
Hukum Mendel I dikenal sebagai hukum Segregasi. Selama proses meiosis berlangsung, pasangan-pasangan kromosom homolog saling berpisah dan tidak berpasangan lagi. Setiap set kromosom itu terkandung di dalam satu sel gamet. Proses pemisahan gen secara bebas dikenal sebagai segregasi bebas. Hukum Mendel I dikaji dari persilangan monohibrid. (Syamsuri, 2004:101).
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, untuk pengambilan 50x diperoleh data, yaitu untuk warna hitam-hitam sebanyak 15x, warna hitam-putih sebanyak 22 kali, dan warna putih-putih sebanyak 13 kali. Sehingga diperoleh perbandingan 15:22:13 yang mendekati angka ratio 1:2:1.

Laporan Respirasi


RESPIRASI

A.  Tujuan Percobaan
1.    Mengetahui penggunaan dan pengeluaran gas-gas ketika berlangsung proses respirasi
2.    Terampil menggunakan respirometer

B.  Landasan Teori
Pernafasan adalah memasukan udara dari lingkungan luar ke dalam tubuh dan mengeluarkan udara sisa dari tubuh ke lingkungan luar.
Respirasi adalah suatu proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO2, H2O dan energi. Respirasi bertujuan untuk menghasilkan energi. Energi hasil respirasi tersebut sangat diperlukan untuk aktivitas hidup. Seperti mengatur suhu tubuh, pergerakan, pertumbuhan dan reproduksi. Namun demikian respirasi pada hakikatnya adalah reaksi redoks, dimana substrat dioksidasi menjadi CO2 sedangkan O2 yang diserap sebagai oksidator mengalami reduksi menjadi H2O. Yang disebut substrat respirasi adalah setiap senyawa organik yang dioksidasikan dalam respirasi, atau senyawa-senyawa yang terdapat dalam sel tumbuhan yang secara relatif banyak jumlahnya dan biasanya direspirasikan menjadi CO2 dan air. Sedangkan metabolit respirasi adalah intermediat-intermediat yang terbentuk dalam reaksi-reaksi respirasi. Karbohidrat merupakan substrat respirasi utama yang terdapat dalam sel tumbuhan tinggi. Terdapat beberapa substrat respirasi yang penting lainnya diantaranya adalah beberapa jenis gula seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa; pati; asam organik; dan protein (digunakan pada keadaan & spesies tertentu).
Serangga mempunyai alat pernapasan khusus berupa system trachea yang berfungsi mengangkut dan mngedarkan O2 ke seluruh tubuh serta mengangkut dan mengeluarkan CO2 dari tubuh. Trachea memanjang dan bercabang-cabang menjadi saluran hawa halus yang masuk ke seluruh jaringan tubuh oleh karena itu, pengangkutan O2 dan CO2 dalam system ini tidak membutuhkan bantuan sitem transportasi atau darah.
Udara masuk dan keluar melalui stigma, yaitu lubang kecil yang terdapat di kanan-kiri tubuhnya. Selanjutnya dari stigma, udara masuk ke pembuluh trachea yang memanjang dan sebagian ke kantung hawa.Pada serangga bertubuh besar terjadinya pengeluaran gas sisa pernafasan terjadi karena adanya pengaruh kontraksi otot-otot tubuh yang bergerak secara teratur.
Pada serangga pertukaran gas dari jaringan dengan udara di lingkungan digunakan dengan menggunakan trakea (anyaman tabung yang berisi udara) sehingga disebut system pembuluh trakea. system pembuluh trakea merupakan system pernapasan yang paling sederhana dan paling efisien. System pernapasan ini terdiri dari suatu system tabung udara yang bercabang-cabang (trakeola) dan setiap cabang akan bercabang lagi, sehingga dapat menjangkau hamper semua bagian tubuh.
Mekanisme pernapasan system pembuluh trakea adalah pertukaran gas dilakukan melalui lubang-lubang pernapasan, yang disebut spirakel atau stigma. Spirakel pada segmen pertama dan ketiga, masing-masing terdapat satu pasang pada tiap sisi toraks (dada) dan delapan pasang lainnya terdapt pada setiap sisi abdomen. Spirakel dilindungi oleh bulu- bulu halus yang berfungsi menahan debu dan benda asing lainnya dari udara sebelum masuk ke dalam trakea. Spirakel dilindungi oleh katub yang dikontrol oleh otot sehingga dapat mengatur membuka dan menutupnya spirakel. Jika otot berkontraksi, spirakel terbuka dan trakea mengembang sehingga udara dari luar dapat masuk ke dalam trakea. Dari trakea udara masuk ke trakeola kemudian ke seluruh tubuh dan akhirnya sampai ke membrane plasma sel dan oksigen akan berdifusi. Karbon dioksida hasil respirasi dibawa melalui system trakea yang akhirnya dikeluarkan melalui spirakel pada saat otot berelaksasi sehingga trakea mengempis. Dengan mekanisme seperti itu oksigen atau karbon dioksida tidak diedrkan melalui darah tetapi melalui pembuluh trakea. Oleh sebab itu, pembuluh darah serangga hanya berfungsi mengangkut sari-sari makanan dan hormon.
Respirometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur rata-rata pernapasan organisme dengan mengukur rata-rata pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Hal ini memungkinkan penyelidikan bagaimana faktor-faktor seperti umur atau pengaruh cahaya memengaruhi rata-rata pernapasan.

C.  Alat dan Bahan
1.    Respirometer
2.    Timbangan
3.    Kapas
4.    KOH/NaOH
5.    Eosin
6.    Vaselin
7.    Jangkrik
8.    Alat suntik
9.    Plastik
10.     Stopwach  

D.  Langkah kerja
1.    Menimbang serangga yang akan digunakan, bila beratnya kurang dari 1 gram gunakan dua ekor serangga.
2.    Mengambil KOH secukupnya, bungkus dengan kapas, kemudian masukan ke dalam respirometer, lalu mesukan serangga, kemudian tutup pipa kapiler berskala.
3.    Menutup ujung pipa berskala dengan telunjuk selama kurang lebih 5 menit, kemudian lepaskan.
4.    Menyuntikan eosin ke dalam pipa berskala.
5.    Mengamati gerakan eosin setiap lima menit sekali.